photo Untitled-6.gif

Monday, July 18, 2011

berdosakah ku ? ampunnilah dosa ku,

assalamualaikum.

Alangkah bahagianya kita jika Allah memberikan nikmat yang tak terhingga, kekayaan, kesihatan, kebijaksanaan, kebahagiaan dan segala kebaikan kepada diri kita. TAPI kita terlupa, nikmat yang diberikan ini merupakan ujian dari Allah kepada hambaNYA. kita hanya merasakan diuji dengan ditimpakan musibah akan tetapi  kita tidak merasakan nikmat itu sebagai salah satu ujian bagi kita. lalu kita kufur dengan nikmat itu.

nikmat dan musibah ini yang mewarnai kehidupan manusia, yang mengajar kita erti syukur dan sabar.semua makhluk diberikan ujian setimpal dengan kemampuan mereka, kerana Allah tidak akan menganianya hambaNYA. 


Ada sebuah riwayat yangmenceritakan tentang tiga orang dari bani Israil yang mendapatkan nikmat dan ujian dari Allah swt. Ketiga orang tersebut merupakan penderita penyakit kusta, orang buta, dan orang yang berkepala botak permanen. Berikut ini kami sajikan kisah ketiga orang tersebut yang terdapat di dalam salah satu hadits Nabi saw.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahawa ia mendengar Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya ada tiga orang dari bani Israil, yaitu: penderita penyakit kusta, orang berkepala botak, dan orang buta. Kemudian Allah swt ingin menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka seorang malaikat.
Maka datanglah malaikat itu kepada orang pertama yang menderita penyakit kusta dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?”, ia menjawab: “Rupa yang bagus, kulit yang indah, dan penyakit yang menjijikan ramai orang ini hilang dari diriku”. Maka diusaplah orang tersebut, dan hilanglah penyakit itu, serta diberilah ia rupa yang bagus, kulit yang indah, kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya: “Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi?”, ia menjawab: “unta atau sapi”, maka diberilah ia seekor unta yang sedang bunting, dan ia pun didoakan: “Semoga Allah swt memberikan berkah-Nya kepadamu dengan unta ini.”
Kemudian Malaikat tadi mendatangi orang kepalanya botak, dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?”, ia menjawab: “Rambut yang indah, dan apa yang menjijikan dikepalaku ini hilang”, maka diusaplah kepalanya, dan seketika itu hilanglah penyakitnya, serta diberilah ia rambut yang indah, kemudian melaikat tadi bertanya lagi kepadanya: “Harta apakah yang kamu senangi?”. ia menjawab: “sapi atau unta”, maka diberilah ia seekor sapi yang sedang bunting, seraya didoakan: ” Semoga Allah swt memberkahimu dengan sapi ini.”
Kemudian melaikat tadi mendatangi orang yang buta, dan bertanya kepadanya: “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?”, ia menjawab: ”Semoga Allah swt berkenan mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang”, maka diusaplah wajahnya, dan seketika itu dikembalikan oleh Allah swt penglihatannya, kemudian melaikat itu bertanya lagi kepadanya: “Harta apakah yang paling kamu senangi?”, ia menjawab: “kambing”, maka diberilah ia seekor kambing yang sedang bunting.
Lalu berkembang biaklah unta, sapi dan kambing tersebut, sehingga yang pertama memiliki satu lembah unta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.
Sabda Nabi saw berikutnya:
Kemudian datanglah malaikat itu kepada orang yang sebelumnya menderita penyakit kusta, dengan menyerupai dirinya disaat ia masih dalam keadaan berpenyakit kusta, dan berkata kepadanya: “Aku seorang miskin, telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga tidak akan dapat meneruskan perjalananku hari ini kecuali dengan pertolongan Allah swt, kemudian dengan pertolongan anda. Demi Allah yang telah memberi anda rupa yang tampan, kulit yang indah, dan kekayaan yang banyak ini, aku minta kepada anda satu ekor unta saja untuk bekal meneruskan perjalananku”, tetapi permintaan ini ditolak dan dijawab: “Hak hak (tanggunganku) masih banyak”, kemudian malaikat tadi berkata kepadanya: “Sepertinya aku pernah mengenal anda, bukankah anda ini dulu orang yang menderita penyakit lepra, yang mana orangpun sangat jijik melihat anda, lagi pula anda orang yang miskin, kemudian Allah swt memberikan kepada anda harta kekayaan?”, dia malah menjawab:
“Harta kekayaan ini warisan dari nenek moyangku yang mulia lagi terhormat”, maka malaikat tadi berkata kepadanya: “jika anda berkata dusta niscaya Allah swt akan mengembalikan anda kepada keadaan anda semula”.
Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya berkepala botak, dengan menyerupai dirinya disaat masih botak, dan berkata kepadanya sebagaimana ia berkata kepada orang yang pernah menderita penyakita lepra, serta ditolaknya pula permintaanya sebagaimana ia ditolak oleh orang yang pertama. Maka malaikat itu berkata: “jika anda berkata bohong niscaya Allah swt akan mengembalikan anda seperti keadaan semula”.
Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya buta, dengan menyerupai keadaannya dulu disaat ia masih buta, dan berkata kepadanya: “Aku adalah orang yang miskin, yang kehabisan bekal dalam perjalanan, dan telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga kau tidak dapat lagi meneruskan perjalananku hari ini, kecuali dengan pertolongan Allah swt kemudian pertolongan anda. Demi Allah yang telah mengembalikan penglihatan anda, aku minta seekor kambing saja untuk bekal melanjutkan perjalananku”. Maka orang itu menjawab: “Sungguh aku dulunya buta, lalu Allah swt mengembalikan penglihatanku. Maka ambillah apa yang anda sukai, dan tinggalkan apa yang tidak anda sukai. Demi Allah, saya tidak akan mempersulit anda dengan mengembalikan sesuatu yang telah anda ambil kerana Allah”. Maka malaikat tadi berkata: ” Peganglah harta kekayaan anda, kerana sesungguhnya engkau ini hanya diuji oleh Allah swt, Allah swt telah ridho kepada anda, dan murka kepada kedua teman anda”. (HR. Bukhori dan Muslim)
Demikian Rasulullah saw mengisahkan di dalam haditsnya yang cukup panjang. Jika ketiga orang lelaki di atas mengerti bahwa hakikat dari nikmat adalah ujian dari Allah swt, tentu saja mereka akan bersyukur, terjaga dari kufur, serta terhindar dari membanggakan diri dan melupakan Allah swt sebagai Sang pemberi nikmat yang Maha Tunggal. Jika mereka memahami bahwa nikmat merupakan salah satu bentuk ujian Allah swt kepada hamba-Nya, yang akan dimintai pertanggung jawabannya,niscaya mereka akan bersyukur dan terhindar dari kikir dan bakhil, sehingga mereka semua akan mendapat ridho dari Allah swt.
Semoga artikel singkat dan riwayat yang penuh dengan hikmah ini dapat menjadi pembuka hati kita semua, sehingga dapat menjadi makhluk yang senantiasa bersyukur kepada Allah swt di setiap waktu. Amin.
ampunilah hambaMu ini Ya Allah, seandainya hati ku berduka dengan apa yang telah Kau berikan. jika ini yang terbaik buat ku, aku redha berikanlah ku kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian Mu ini. tabahkanlah hati ku ini Ya Allah. Sesungguhnya, Kau Maha Pengasih.amin
MySpace
Kau sentiasa memberikan cahaya ketika ku dalam kegelapan.
bertapa cintanya aku padaMu, Ya Allah, kerana kasih sayang yg Kau berikan pada ku.  =)
sekian.


No comments: